AKU MENJADI PASUKAN LANGIT JNE MEGAHUB
“Booms…"
“Pasukan Langit, mohon bantuannya untuk turun…”
Saat pertama kali mendengar
seruan itu, saya tidak tahu bahwa hari itu akan mengubah cara pandang saya
tentang arti kebersamaan dalam bergerak bersama.
Hari itu, senyuman kami begitu terbuka lebar melihat semua yang kami ingat dalam kebersamaan melewati ujian tulis dan presentasi akhirnya membuahkan hasil. Dalam momen tersebut, Id Muhidin (kanan) sebagai perwakilan Team Leader Contact Center JNE Bekasi meraih Medali Silver (Juara 3), Mutmainah (tengah) dari Contact Center JNE Pusat meraih Medali Bronze (Juara 4), dan saya, Ahmad Jazuli (kiri), dari Contact Center JNE Pusat meraih Medali Platinum (Juara 1). Momen ini menjadi salah satu pengingat bahwa setiap proses yang dijalani bersama selalu memiliki cerita dan hasilnya masing-masing.
Di momen itu, saya berdiri dengan
senyum yang tak bisa saya sembunyikan, memegang medali dan sertifikat sebagai
simbol dari perjalanan yang telah dilalui. Bagi sebagian orang, ini mungkin
hanya sebuah pencapaian. Namun bagi saya, ini adalah pengingat dari setiap
proses, kerja keras, dan kebersamaan yang mengiringinya. Di balik medali
tersebut, ada cerita tentang perjuangan, dan dukungan dari tim JNE.
Tahun terus berjalan, Id Muhidin,
terus meneruskan karirnya di JNE menuju Supervisor Operational JNE Bekasi,
beberapa hari lalu dia menemui saya, berbincang santai sambil sesekali bertukar
cerita dan pengalaman.
Di tengah percakapan itu, ia
menyampaikan satu kalimat dengan gaya khasnya, “Udah, Bosku… bagaimana pun
caranya, kita harus naik bersama menuju panggung JNE yang lebih tinggi!”
Saya hanya membalas dengan
senyuman sambil mengiyakan. Entah apa yang sedang ia hadapi di JNE Bekasi,
namun semangatnya seakan membakar kembali asa dalam diri saya.
Mutmainah pun terus melanjutkan
perjalanan kariernya di Contact Center JNE. Kini, ia telah berpindah unit dan
dipercaya membawahi Customer Service E-mail. Terakhir pertemuan kami dibalut sebuah
obrolan singkat, saya sempat bertanya, “Ina, sepertinya saya akan pindah dari CS.
Menurutmu bagaimana?”
Ia menjawab santai, “Bagus dong,
berkembang memang harus, tapi aku di sini aja, sampai tujuan akhirku tercapai.”
Saya pun kembali bertanya, “emang
apa tujuan akhirmu, Na?”
Dengan suara khas dan penuh
semangat, ia menjawab, “Aku mau jadi Supervisor Customer Service di JNE,
yeayy!” sambil mengangkat kedua tangannya dengan penuh keyakinan.
Dari mereka saya belajar bahwa
mungkin kami memiliki beragam cerita yang berbeda, namun kami memiliki semangat
yang sama, yaitu semangat untuk terus bergerak bersama di perusahaan kami
tercinta JNE.
Sekarang, saya sudah memulai
perjalanan baru di JNE Megahub Operasional Department sebagai Megahub
Performance Analyst, di awal saya melihat keseharian saya di Contact Center
sangat berbeda dengan di operasional Megahub.
Bayangkan, dari foto ini jutaan
paket kiriman pelanggan masuk dan terus mengalir setiap harinya, membawa
harapan dan kebahagiaan bagi mereka yang menunggu kirimannya tiba.
Dari sana, saya semakin memahami
bahwa Connecting Happiness bukan sekadar
nilai perusahaan JNE, melainkan menjadi semangat yang hidup dan mengalir dalam
setiap Kesatria dan Srikandi JNE.
Lalu, bagaimana saya bisa menjadi
bagian dari Pasukan Langit Megahub? Semua bermula ketika volume kiriman
meningkat secara signifikan. Di tengah lonjakan tersebut, kami tetap dituntut
untuk menjaga target lead time -waktu
sejak paket masuk ke Megahub hingga selesai diproses.
Tekanan itu nyata. Namun di
tengah kondisi tersebut, seluruh operasional bergerak dalam satu irama. Kami
dituntut untuk proaktif, saling membantu, dan mampu beradaptasi dengan cepat.
Di bawah kepemimpinan Bapak Golo Apriyanto sebagai Megahub Operational Head,
kami belajar bahwa di balik tekanan besar, selalu ada kekuatan ketika semua
bergerak bersama.
Perlu dipahami bahwa secara
struktural, saya bukan bagian dari tim operasional yang secara langsung
menangani proses penerimaan paket, pencurahan, induction ke mesin, maupun bagging per area. Peran saya berada
di balik layar, bekerja di depan laptop bersama rekan-rekan admin dan tim
reporting lainnya di ruang Office Megahub Lantai-2.
Namun, ketika volume kiriman meningkat
secara signifikan, situasi pun berubah.
“Booms...”
“Pasukan Langit, mohon bantuannya
untuk turun…” seruan Leader Operasional terdengar jelas.
Di awal, saya sempat
kebingungan—siapa yang dimaksud dengan “Pasukan Langit”? Namun rasa itu
seketika berubah menjadi keterkejutan, ketika seluruh tim admin dan reporting
secara serentak bergerak turun ke area mesin untuk membantu proses induction kiriman di mesin besar
Megahub.
Saat itu, saya benar-benar
terkejut. “Ini apa?” batin saya. “Bagaimana bisa satu panggilan sederhana mampu
menggerakkan semua orang secepat ini?”.
Saya memahami bahwa “Pasukan
Langit” bukanlah sekadar sebutan. Ia adalah simbol dari semangat kebersamaan,
tentang bagaimana setiap individu, tanpa melihat peran dan posisi, siap untuk
turun tangan ketika dibutuhkan.
Di momen itu, saya pun ikut
melangkah. Tidak lagi hanya berada di balik layar, tetapi menjadi bagian dari
pergerakan itu sendiri. Saya belajar bahwa dalam tekanan, batas peran menjadi
tidak lagi penting, yang ada hanyalah satu tujuan: memastikan setiap proses
berjalan dengan baik demi pelanggan.
Dari sanalah cara pandang saya
berubah. Kebahagiaan yang selama ini saya cari, ternyata hadir dalam hal-hal
sederhana, dalam kerja sama dan kepedulian, saat kami yang memiliki beragam
cerita mampu bergerak bersama menuju tujuan yang sama.
Karena pada akhirnya, “Pasukan
Langit” itu bukan tentang siapa kita di struktur organisasi, tapi tentang
seberapa cepat kita turun tangan untuk orang lain, terutama untuk memastikan
kebahagiaan pelanggan JNE tetap terjaga.
Beragam cerita yang kami miliki
akhirnya bertemu dalam satu gerakan yang sama.
Dan di sanalah saya menemukan arti sesungguhnya dari Connecting Happiness — bergerak bersama, dalam beragam cerita.
#JNE #ConnectingHappiness #JNE35BergerakBersama
#JNEContentCompetition2026 #JNEBeragamCerita
Comments
Post a Comment